"Aku menCINTAimu karena ALLAH, dengan cara yang diridhai Allah, dalam rangka menuju ridha Allah.-

Minggu, 05 Februari 2012

Tips Untuk Meredakan Stress


"Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut."


Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

Rabu, 01 Februari 2012

Bidadari-bidadari Surga Yang Disegerakan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari)

Jauh di Mata Dekat di Hati

Dalam syair asmara itu aku terpikir akan-Mu bukan yang lain. Persis seperti syair pembukanya yang kutunjukkan pada-Mu, kala Melly dan Arie Lasso berduet bertahun-tahun yang lalu,
Jika teringat tentang diKAU, jauh di mata dekat di hati…
Benar saja kala kurenungi lagi akan janji indah-Mu yang tiada pernah hilang pada kami. Walau Kau jauh dari pandangan kasat, namun Kau selalu berada di hati. Lalu kubuka lagi hadits No.98 dari Kitab Riyadush shalihin itu,

Ketika Sabar Harus Tak Terbatas

Di usia yang telah melewati angka 20 atau bahkan lebih dari itu, tak sedikit yang mengalami goncangan-goncangan hati bagi para jomblo (baca: single). Usia yang terbilang rawan menurut saya, dimana pada masa itu gejala ingin di cintai dan di sayangi sangatlah besar. Belum lagi melihat keadaan sekitar yang sangat membuat hati miris karena masih sendiri. Ya, fenomena pacaran.

5 S


Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacaan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi.